Jogging dan lari adalah olahraga yang simpel dan banyak digemari. Cuma modal sepatu dan pakaian yang sesuai, kamu sudah bisa olahraga di mana dan kapan saja. Keduanya sama-sama bermanfaat buat tubuh, yaitu menguatkan jantung. Ditambah, selalu jaga kebersihan tubuh sehabis berkeringat dengan sabun proteksi serius anti bakteri dari Medicare bikin badan kembali bugar. Meski begitu, tak sedikit orang menganggap bahwa jogging dan lari adalah hal yang sama. Padahal ada perbedaannya, lho. Apa aja? Yuk, cari tau!


  1. Segi Kecepatan 

Perbedaan jogging dan berlari memiliki tingkat kecepatan yang berbeda. Gerakan jogging termasuk dalam olahraga aerobik tapi lebih santai dan seperti lari lambat. Sementara lari, gerakannya jauh lebih cepat. Karena jogging lebih rileks dibanding lari, jadi usaha yang dibutuhkan pada otot, jantung, dan paru-paru tidak terlalu besar. 


  1. Reaksi Pada Otot

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of Sports Sciences" edisi Oktober 2005, kecepatan berlari dan jogging mempengaruhi aktivasi otot-otot di glutes, hamstrings, quadriceps, shins, dan calves. Berlari juga menghabiskan lebih sedikit waktu bagi kaki untuk menyentuh tanah ketika bergerak maju. 


Studi tersebut menjelaskan bahwa semakin cepat seseorang bergerak, semakin banyak juga otot yang diaktifkan. Perbedaan aktivasi otot terlihat jika dilakukan perbandingan fisik antara seseorang yang sering jogging dan lari. Orang-orang yang lebih sering melakukan jogging cenderung lebih kurus dan kurang berkembang, sedangkan pelari punya fisik lebih berotot.


  1. Gerakan Tubuh

Seperti dilansir dari Live Strong, Adnan Munye, seorang pelatih pribadi, spesialis cedera olahraga dan pendiri AMMFitness, mengatakan bahwa jogging memiliki irama melenting, sementara berlari terdiri dari langkah yang lebih panjang dan gerakan lengan yang lebih cepat.


Berlari butuh tenaga lebih besar karena menuntut langkah yang lebih lama disertai gerakan lengan. Sementara jogging, tidak memberikan tekanan berlebih pada otot dan tenaga. Keduanya memang baik untuk tubuh, tapi kamu juga harus mementingkan kebersihan diri untuk selalu mandi pakai sabun proteksi serius anti bakteri seperti Medicare. Sehingga, terlindungi dari kuman dan bakteri penyebab berbagai masalah kulit. 


  1. Membakar Kalori

American Council on Exercise menghitung seseorang dengan berat 150 pound akan berhasil bakar 91 kalori dengan kecepatan 5 mph selama 10 menit. Lalu, seseorang tersebut meningkatkan kecepatan menjadi 6 mph dan membakar 113 kalori. Setelah itu dinaikkan lagi menjadi 7 mph dan mampu membakar 130 kalori. Berlari memberi pembakaran kalori yang lebih baik. Berdasarkan studi “International Journal of Obesity” yang diterbitkan dalam edisi April 2008 menyimpulkan, bahwa latihan intensitas tinggi seperti lari bisa membakar jumlah massa tubuh dan massa lemak jauh lebih siginfikan daripada gerakan olahraga yang lambat misalnya jogging. 


  1. Manfaat Lari

Lari memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan olahraga ini sering dipilih sebagai cara efektif untuk menurunkan berat badan karena bisa mengurangi kalori dalam tubuh. Kesehatan otot juga terjaga karena setiap gerakan akan membuat otot beradaptasi dengan membentuk massa yang lebih padat. Selain itu, mampu meningkatkan fungsi organ tubuh seperti jantung, aliran darah, dan sendi-sendi lainnya. 


  1. Manfaat Jogging

Meski olahraga lari jauh lebih efektif untuk membakar kalori dan membentuk massa otot, bukan berarti jogging memiliki sedikit manfaat. Olahraga jogging berguna untuk meningkatkan energi dengan melepaskan hormon endorfin yang membuat kamu merasa lebih tenang. Selain itu, jogging juga bisa menurunkan tekanan darah serta menguatkan kekebalan tubuh. 


Sekarang, kamu jadi tau kan perbedaan antara jogging dan lari? Masing-masing gerakan jika dilakukan secara rutin akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Sehabis aktivitas, jangan lupa untuk selalu utamakan kebersihan diri dengan mandi pakai sabun proteksi serius anti bakteri Medicare biar tubuh selalu bugar.